• Home
  • Berita Foto
  • MEDIA BRIEFING - PERLINDUNGAN KONSUMEN KUNCI PENGAMANAN PDB 24 RIBU TRILYUN DI TAHUN 2024

MEDIA BRIEFING - PERLINDUNGAN KONSUMEN KUNCI PENGAMANAN PDB 24 RIBU TRILYUN DI TAHUN 2024

MEDIA BRIEFING - PERLINDUNGAN KONSUMEN KUNCI PENGAMANAN PDB 24 RIBU TRILYUN DI TAHUN 2024

“Dunia memposisikan Perlindungan Konsumen dengan peran ekonomi politik mewujudkan manfaat pembangunan berkelanjutan melalui tata ekonomi dunia. Perlindungan Konsumen dipandang sebagai platform universal masyarakat dunia (international society) yang menyatukan kepentingan negara bangsa, dunia usaha dan konsumen, meraih sasaran pembangunan berkelanjutan, termasuk di Era Ekonomi Digital” hal ini dinyatakan oleh Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional, Ardiansyah Parman, dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Hotel Borobudur Jakarta hari Kamis (29/8/2019).

MEDIA BRIEFING - PERLINDUNGAN KONSUMEN KUNCI PENGAMANAN PDB 24 RIBU TRILYUN DI TAHUN 2024

Isu Ekonomi digital mengemuka dalam hubungan PK antar bangsa. Evaluasi Strategi Nasional Perlindungan Konsumen oleh menunjukkan perlu UNCTAD segera SATUKAN posisi atas dinamika ekonomi dunia (khususnya digital) dan kebutuhan perlindungan konsumen yang menyertainya. Sebagai landasan memajukan kepentingan konsumen nasional di forum internasional. Tidak terbatas pada kepastian hukum yang efektif; saluran pemulihan hak; keberdayaan kebijakan, aliran data dan informasi, mekanisme pengawasan nasional dan juga global yang membutuhkan kesiapan posisi ekonomi internasional Indonesia, dan aspek lainnya.

MEDIA BRIEFING - PERLINDUNGAN KONSUMEN KUNCI PENGAMANAN PDB 24 RIBU TRILYUN DI TAHUN 2024

Perlindungan Konsumen harus menjadi arus utama langkah pembangunan bagi seluruh stakeholder pembangunan, dengan landas pikir Membangun Pasar yang Percaya Diri Bertransaksi terhadap barang dan jasa di, ke dan dari Indonesia. Itu bisa dibangun dengan langkah kolaboratif sistemik dengan menanggalkan ego sektor dan wilayah. Hanya dengan demikian Indonesia akan mampu memperkuat pencapaian target pembangunan nasional, meraih PDB 24 ribu trilliun rupiah di tahun 2024.