• Home
  • Berita Foto
  • Kuliah Umum Edukasi Perlindungan Konsumen di Univ. 17 Agustus 1945 Banyuwangi Dalam Rangka Harkonas

Kuliah Umum Edukasi Perlindungan Konsumen di Univ. 17 Agustus 1945 Banyuwangi Dalam Rangka Harkonas

Kuliah Umum Edukasi Perlindungan Konsumen di Univ. 17 Agustus 1945 Banyuwangi Dalam Rangka Harkonas

 

Banyuwangi, 10 Maret 2020 - Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) menggelar edukasi perlindungan konsumen di Kota Banyuwangi tepatnya di Universits 17 Agustus 1945 Banyuwangi (UNTAG). Kuliah umum ini merupakan agenda ke-4 setelah Universitas Brawijaya, STKIP PGRI Pasuruan dan Universitas Indonesia.

Kuliah Umum yang dilaksanakan di Auditorium UNTAG Banyuwangi mengambil tema Edukasi Perlindungan Konsumen Era Ekonomi Digital, tema ini diangkat sebagai upaya BPKN mengedukasi perlindungan konsumen dan mencoba memenuhi harapan konsumen dengan melakukan sosialisasi dan edukasi dengan harapan mahasiswa dapat menjadi corong untuk menyampaikan perlunya perlindungan konsumen kepada milenial dirasa perlu mendapat edukasi terkait perlindungan konsumen di era ekonomi digital.

 

Kuliah Umum Edukasi Perlindungan Konsumen di Univ. 17 Agustus 1945 Banyuwangi Dalam Rangka Harkonas

 

Ratusan mahasiswa dari 6 (enam) fakultas antusias mengikuti Kuliah Umum yang dihadiri oleh Rektor UNTAG Drs. Andang Subaharianto, M. Hum, Ketua BPKN RI – Ir. Ardiansyah Parman beserta Komisioner BPKN Dr. Ir. Arief Safari, MBA dan Drs. Edib Muslim serta Kepala UPT Perlindungan Konsumen Jember – Baikuni, S.T.,M.M.

Drs. Andang Subaharianto, M. Hum menyambut baik kedatangan BPKN atas perhatian dan membagikan ilmunya kepada mahasiswa di Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi ini.

 

Kuliah Umum Edukasi Perlindungan Konsumen di Univ. 17 Agustus 1945 Banyuwangi Dalam Rangka Harkonas

Arief Safari menyampaikan, “kepercayaan dalam bertransaksi atau  "confidence to transact" yang artinya menjaga agar kedua belah pihak memiliki keyakinan dalam bertransaksi yang dampaknya kepada pertumbuhan ekonomi Indonesia dan juga pemerintah sebagai regulator yang membuat kebijakan bisa melindungi konsumen”.

 

Kuliah Umum Edukasi Perlindungan Konsumen di Univ. 17 Agustus 1945 Banyuwangi Dalam Rangka Harkonas

 

Edib Muslim menambahkan, “ konsumen harus lebih aware terhadap transaksi di era ekonomi digital ini karena data pribadi kita akan dicatat oleh database si penjual”.

Perlu disadari juga bahwa di era ekonomi digital ini teknologi informasi sangat cepat berubah sehingga konsumen perlu lebih selektif lagi terhadap dampak posiitif dan negatif pada pengaruh perubahan tersebut.

Upaya yang dilakukan oleh BPKN harapannya bisa meningkatkan kesadaran masyarakat tentang perlindungan konsumen dan berdampak pada meningkatnya Indeks Keberdayaan Konsumen (IKK) yang tahun ini meningkat dari 40.41 menjadi 41,70  dan akan terus meningkat.