• Home
  • Berita Foto
  • KULIAH UMUM EDUKASI PERLINDUNGAN KONSUMEN DI UNIVERSITAS NEGERI JEMBER DALAM RANGKA HARKONAS

KULIAH UMUM EDUKASI PERLINDUNGAN KONSUMEN DI UNIVERSITAS NEGERI JEMBER DALAM RANGKA HARKONAS

KULIAH UMUM EDUKASI PERLINDUNGAN KONSUMEN DI UNIVERSITAS NEGERI JEMBER DALAM RANGKA HARKONAS

Seminar yang dilaksanakan hari Rabu, 11 Maret 2020 di Gedung Serbaguna Fakultas Hukum Universitas Jember ini mengambil tema Edukasi Perlindungan Konsumen Revolusi Industri 4.0, tema ini diangkat sebagai upaya BPKN mengedukasi perlindungan konsumen dan mencoba memenuhi harapan konsumen dengan melakukan sosialisasi dan edukasi dengan harapan mahasiswa dapat menjadi corong untuk menyampaikan perlunya perlindungan konsumen kepada milenial dirasa perlu mendapat edukasi terkait perlindungan konsumen di era Revolusi Industri 4.0.

Ratusan mahasiswa dari 6 (enam) fakultas dan instansi lainnya antusias mengikuti seminar yang dihadiri oleh Rektor UNEJ - Dr. Ir. Iwan Taruna, M.Eng beserta jajaran Dosen Fakultas Hukum di UNEJ Dr. Fendi Setyawan, S.H., M.H, Dr. Ermanto Fahamsyah, S.H., M.H. dan Mardi Handono,. S.H., M.H serta Ketua BPKN RI – Ir. Ardiansyah Parman beserta Komisioner BPKN Dr. Ir. Arief Safari, MBA dan Drs. Edib Muslim, MA.

KULIAH UMUM EDUKASI PERLINDUNGAN KONSUMEN DI UNIVERSITAS NEGERI JEMBER DALAM RANGKA HARKONAS

Dr. Ir. Iwan Taruna, M.Eng , Rektor UNEJ menyambut baik kedatangan BPKN untuk membagikan ilmu nya kepada mahasiswa UNEJ terhadap pentingnya Edukasi Perlindungan Konsumen.

Dalam sambutan pengantar, Ardiansyah Parman mengatakan BPKN RI adalah badan yang dibentuk sesuai amanah UU No. 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Kegiatan yang dilaksanakan di UNEJ merupakan upaya berbagi informasi tentang perlindungan konsumen. “Sosialisasi ini diperlukan untuk mengetahui apa saja yang seharusnya menjadi perhatian konsumen, terlebih di era ekonomi digital.”

KULIAH UMUM EDUKASI PERLINDUNGAN KONSUMEN DI UNIVERSITAS NEGERI JEMBER DALAM RANGKA HARKONAS

Ardiansyah juga menambahkan," dampak dari virus corona (COVID-19) sudah terasa pada pertumbuhan ekonomi di Indonesia ini, maka dari itu perlindungan konsumen harus sama-sama kita tegakkan dengan membangun kepercayaan bertransaksi antara konsumen dan pelaku usaha karena akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi di Indonesia."

BPKN menilai Pemerintah perlu melakukan langkah-langkah luar biasa untuk mempertahankan konsumsi sebagai instrumen utama pertumbuhan ekonomi nasional, dari dampak negatif  epidemi COVID-19.

KULIAH UMUM EDUKASI PERLINDUNGAN KONSUMEN DI UNIVERSITAS NEGERI JEMBER DALAM RANGKA HARKONAS

Arief safari menambahkan, "kepercayaan bertransaksi merupakan faktor utama terhadap kenaikan ekonomi di Indonesia karena jika transaksi tidak memiliki kepercayaan antara konsumen dan pelaku usaha maka ekonomi di Indonesia tidak akan berjalan."

Edib Muslim menyampaikan," dampak terhadap virus COVID-19 ini menjadikan ekonomi di Indonesia mengalami penurunan, lalu bagaimana caranya agar ekonomi di Indonesia tetap seimbang disaat krisis epidemi global."

 

Di daerah jember terdapat empon – empon, empon-empon adalah produk olahan jamu berbahan tradisional berupa (Jahe, kunyit, kunyit putih, kencur, temulawak, lengkuas/laos) yang digunakan untuk merawat kecantikan dan menjaga stamina kebugaran tubuh. Maka dari itu jika empon-empon ini dapat dimanfaatkan menjadi peluang bisnis ditengah – tengah krisis epidemi global, diharapkan dapat menstabilkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Edib Muslim menambahkan juga," di Era Ekonomi Digital ini, konsumen harus lebih aware terhadap transaksi digital atau e-commerce karena data pribadi kita akan dicatat oleh database si penjual. Perlu disadari juga bahwa di era ekonomi digital ini teknologi informasi sangat cepat berubah sehingga konsumen perlu lebih selektif lagi terhadap dampak posiitif dan negatif pada pengaruh perubahan tersebut."