h

WEBINAR PERLINDUNGAN KONSUMEN DI MASA PANDEMI COVID-19

WEBINAR PERLINDUNGAN KONSUMEN DI MASA PANDEMI COVID-19

Jakarta, Rabu (20 Mei 2020) - Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) menyelenggarakan Webinar  "Perlindungan Konsumen Di Masa Pandemi Covid-19” yang bekerja sama dengan Asia Association of Consumer Interest and Marketing (AACIM) yang diikuti oleh +200 peserta  dan acara berlangsung selama 2 jam melalui media daring. 

WEBINAR PERLINDUNGAN KONSUMEN DI MASA PANDEMI COVID-19

Diskusi yang diselenggarakan oleh BPKN yang bekerjasama dengan  AACIM (Asian Association for Consumer Interests and Marketing), Fakultas Ekologi Manusia (FEMA IPB), Universitas Airlangga (UNAIR), Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Perbanas (STIE PERBANAS)  bertujuan mencari solusi atau pandangan dari beberapa pakar dan guna besama-sama mencari solusi terkait perlindungan kepada konsumen di pandemi COVID-19. Webinar ini dimulai dengan pembukaan Ardiansyah Parman (Ketua BPKN) dan dilanjutkan oleh Prof.Ujang Sumarwan (Presiden AACIM).

WEBINAR PERLINDUNGAN KONSUMEN DI MASA PANDEMI COVID-19

Dalam pembukaannya Ardiansyah Parman menyampaikan,” Kondisi pandemi COVID-19 telah mengekspos instrumen perlindungan terhadap hak-hak konsumen yang meliputi: 1)Jaminan Keamanan, Keselamatan dan Kenyamanan dalam Konsumsi Produk, 2)Jaminan Informasi yang Benar, Jelas dan Jujur, 3)Penanganan keluhan dan, 4) Kompensasi dan ganti rugi, dimana telah muncul skenario baru yang tidak tercakup dalam peraturan atau kebijakan yang ada.”

WEBINAR PERLINDUNGAN KONSUMEN DI MASA PANDEMI COVID-19

Lanjut Arief  menambahkan,” Disrupsi Perlindungan Konsumen yang terjadi dimasa pandemi COVID-19 ini menuntut adanya perubahan perilaku dan kerjasama tiga pelaku utama ekonomi yaitu Konsumen, Pelak Usaha dan Pemerintah sebagai regulator sehingga kepercayaan bertransaksi (confidence to transact) antara konsumen dan pelaku usaha tetap terjaga selama terjadinya masa pandemi. Pelaku usaha dituntut untuk jujur dan tidak mengail diair keruh dan senantiasa memperhatikan hak-hak konsumennya.”

“Harapannya masa pandemi ini seharusnya dijadikan pembelajaran yang luar biasa bagi kita dengan berbagai fenomena yang justru berpotensi menjadi "New Normal" setelah masa pandemi ini berlalu ”, pungkas Ardiansyah.