• Home
  • Siaran Pers
  • PELONGGARAN PSBB: SIAPA JAMIN KEAMANAN DAN KESELAMATAN MENYAMBUT NEW NORMAL?

PELONGGARAN PSBB: SIAPA JAMIN KEAMANAN DAN KESELAMATAN MENYAMBUT NEW NORMAL?

PELONGGARAN PSBB: SIAPA JAMIN KEAMANAN DAN KESELAMATAN  MENYAMBUT NEW NORMAL?

PELONGGARAN PSBB: SIAPA JAMIN KEAMANAN DAN KESELAMATAN MENYAMBUT NEW NORMAL?

 


WHO menyatakan bahwa virus baru yang memasuki populasi manusia dan oleh karena itu sulit untuk diprediksi kapan kita akan mengatasinya, disampaikan Direktur Kedaruratan WHO Michael Ryan. WHO memperingatkan Virus Corona jenis baru SARS-CoV-2 mungkin tidak akan pernah hilang, lebih dari setengah populasi manusia diseluruh dunia tengah dalam karantina wilayah sejak virus krisis Corona dimulai tetapi WHO memperingatkan tidak ada jaminan bahwa pelonggaran lockdown tidak akan memicu gelombang kedua infeksi.


Pemerintah sedang melakukan kajian mengenai skenario beberapa tahap yang nantinya akan diputuskan apabila telah ditentukan periode terbaik bagi masyarakat untuk kembali produktif namun tetap aman dari covid-19, langkah pencegahan masih menjadi fokus pemerintah, namun upaya apapun yang diambil pemerintah kita harus membentengi diri sendiri dengan protokol kesehatan.


Memulai aktifitas kembali setelah menjalani aktifitas dirumah dan menjalankan aturan PSBB tentu diarasa berbeda oleh masyarakat,ditengah wabah covid yang memang masih ada tentu masyarkat pun berharap ada kenyamanan dan keamanan yang dirasakan saat melakukan aktifitas diluar rumah, tentu saja beberapa kondisi memang harus dijalankan dengan tetap menjalankan protokol kesehatan Covid 19, memasuki new normal yaitu  menurut Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmita, new normal adalah perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas normal namun ditambah menerapkan protokol kesehatan guna mencegah terjadinya penularan Covid-19. 


Beberapa daerah yang disetujui menjalankan PSBB diantaranya adalah: DKI Jakarta, Kota Bogor, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor, Kota Depok, Kota Bekasi, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kota Pekan Baru, Kota Makassar, Provinsi Sumatera Barat, Kab/Kota Bandung, Kota Tegal, Kabupaten Sumedang, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, Kota Banjarmasin, dan Kota Tarakan, tentu harus bersiap menjalankan aktifitasnya sekaligus menyambut new normal, yaitu perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas normal namun ditambah menerapkan protokol kesehatan guna mencegah terjadinya penularan Covid-19.


Pemerintah membuat larangan mudik dimana esensi dari peraturan pelarangan mudik untuk memutus rantai penyebaran covid di seluruh Indonesia.  Konsumen dibuat bingung dengan adanya pengecualian yang dibuat pemerintah, banyak aturan dengan pengecualian menjadikan hilang esensi pengaturannya, kita tahu larangan mudik untuk jalan darat, laut dan udara.  Namun seperti kita ketahui baru-baru ini pemerintah membuka operasional angkutan udara, walaupun dengan prioritas untuk angkutan kargo bahan pokok dan logistik, juga melayani penumpang dengan kriteria khusus. Hal ini menjadi tidak  adil untuk angkutan jenis lain, aturan tidak tegas yang dibuat oleh pemerintah membuat konsumen mencari celah dengan berbagai cara seperti mendapatkan surat keterangan sehat palsu dll, sekalipun sudah ada sanksinya. Namun kalau sanksinya tidak tegas diterapkan maka tidak akan efektif kebijakannya.


Arief selaku Koordinator Komunikasi Dan Edukasi menyampaikan,” pemerintah tetap ketat dan konsisten atas pelaksanaan protokol yang ada dengan melakukan pengawasan kepatuhannya, dengan protokol yang ada yaitu jaga kebersihan tangan, jangan menyentuh wajah, tetapkan etika batuk dan bersin, pakai masker, jaga jarak, isolasi mandiri, dan jaga kesehatan, tentu harapanya konsumen tetap bisa menjalankan kegiatannya tanpa was-was, konsumen terjamin keamanan dan keselamatan saat melakukan aktifitas diluar rumah/ di area publik”.


“ Virus masih ada ditengah-tengah populasi dunia, tentu ini menjadi catatan bagi kita semua, masyarakat sebagai konsumen paham akan apa yang terjadi sehingga lebih peduli untuk mendisiplinkan diri sendiri, pelaku usaha untuk  bisa menjalankan peranya sesuai dengan protokol kesehatan, dan ketika aktifitas normal telah dijalankan, pemerintah harus siap dan konsekuen dengan aturan yang ada dan aparat menindak tegas apabila terjadi pelanggaran protokol kesehatan, dan masyarakat bisa menyesuaikan diri dengan pola hidup yang baru demi menekan penyebaran Covid-19. Kita semua secara bersama sama harus taat jaga jarak dan kesehatan sesuai protokol penanganan Covid-19 sehingga bisa menjamin keamanan dan keselamatan menyambut New Normal”, pungkas Ardiansyah.

Download Dokumen: Klik Disini