• Home
  • Berita Foto
  • Webinar Raksa Nugraha ICPA - Perlindungan Konsumen ditengah Pandemi

Webinar Raksa Nugraha ICPA - Perlindungan Konsumen ditengah Pandemi

Webinar Raksa Nugraha ICPA - Perlindungan Konsumen ditengah Pandemi

Jakarta - (Selasa, 29/06/2020), BPKN bekerjasama dengan iNews mengadakan Webinar Raksa Nugraha ICPA dengan tema "Perlindungan Konsumen ditengah Pandemi" yang dihadiri oleh Pelaku Usaha, BUMN dan BUMD dan berlangsung selama 2 jam melalui media daring Zoom.
Hadir sebagai narasumber dalam webinar Raksa Nugraha ICPA ini yaitu, Ardiansyah Parman (Ketua BPKN), Arief Safari (Koordinator Komisi Komunikasi dan Edukasi BPKN) Gendut Suprayitno (Chairman Indonesia Institute for Corporate Governance (IICG)), Johannes Harwanto (Senior Vice President PT. Pembangunan Jaya Ancol) dan Ahmad Yani (Direktur Utama PT. Tazkiyah Global Mandiri).

Webinar Raksa Nugraha ICPA - Perlindungan Konsumen ditengah Pandemi

Dalam paparannya, Ardiansyah menjelaskan, "Tahun 2020 ini merupakan tahun ke-2 diselenggarkannya Indonesia Consumer Protection Award (ICPA) tahun ini BPKN fokus memberikan apresiasi pada pelaku usaha dan juga pada pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

Seperti kita ketahui wabah covid-19 yang melanda dunia ini telah memberikan dampak yang luar biasa pada segala sektor, menjadi tantangan negara untuk memberikan kepastian hukum pada konsumen yang memang hal ini menjadi perhatian BPKN".

Webinar Raksa Nugraha ICPA - Perlindungan Konsumen ditengah Pandemi

Bambang Sumantri dalam menjelaskan, "Seperti tahun lalu BPKN bekerjasama dengan Lembaga pemeringkat Independen IICG dan Majalah Swa serta mitra media iNews dan Trijaya FM. PendaftaranRaksa Nugraha ICPA sudah bisa diakses tanggal 22 s/d 24 Juli 2020 melalui website http://raksanugraha.bpkn.go.id sedangkan batas akhir penerimaan berkas 30 Juli 2020, sedangkan malam penghargaan akan dilaksanakan Akhir Agustus / Awal September 2020 melihat situasi dan kondisi Covid-19.

Webinar Raksa Nugraha ICPA - Perlindungan Konsumen ditengah Pandemi

Sebagai penutup, harapannya, "Pelaku Usaha yang mendaftar lebih beragam, yaitu dari sektor makanan dan obat-obatan; sektor transaksi perdagangan melaui sistem elektronik; sektor jasa keuangan; sektor perumahan; sektor jasa transportasi; sektor jasa layanan kesehatan; sektor telekomunikasi; sektor energi; dan juga sektor barang elektronik telematika dan kendaraan bermotor.

Untuk kategori entitas publik tentu menjadi hal baru karena inisiatif strategis Kementerian/Lembaga maupun Pemda untuk perlindungan konsumen sangat penting dimasa covid ini khususnya upaya edukasi dan sosialisasi atas kebijakan yang langsung bisa diterapkan di masing-masing daerah", pungkas Ardiansyah.