h
  • Home
  • Berita Foto
  • DINAMIKA PENGADUAN KONSUMEN SEKTOR PERUMAHAN DAN PENGHARGAAN REKOR MURI

DINAMIKA PENGADUAN KONSUMEN SEKTOR PERUMAHAN DAN PENGHARGAAN REKOR MURI

DINAMIKA PENGADUAN KONSUMEN SEKTOR PERUMAHAN DAN PENGHARGAAN REKOR MURI

Jakarta 19 Agustus 2020, Badan Perlindungan Konsumen Nasional Hari ini  Selasa Tanggal 18 Agustus 2020 menginisiasi Webinar dari Sektor Perumahan dengan Topik “Dinamika Pengaduan Konsumen Sektor Perumahan”, Webinar ini dibuka secara Online Oleh Dr. Rolas Sitinjak Wakil Ketua BPKN diikuti kurang lebih 150 Peserta.

Hadir sebagai Narasumber Dr. Rolas Sitinjak, S.H., M.H.– Wakil Ketua BPKN, Dr. Rizal E Halim – Koordinator Komisi Advokasi BPKN, Direktur Pemberdayaan Konsumen Kementerian Perdagangan RI, Dedy Slamet Budisusetyo, SH., MT - Kepala Bagian Hukum Dan Komunikasi Publik Sesditjen PI - Kementerian PUPR RI dan Tulus Abadi – Ketua Harian YLKI.

Pada Akhir Acara BPKN mendapatkan Rekor MURI untuk Kategori “ Penerimaan Pengaduan Konsumen Terbanyak dari Sektor Perumahan”.

 

DINAMIKA PENGADUAN KONSUMEN SEKTOR PERUMAHAN DAN PENGHARGAAN REKOR MURI

Membuka Webinar pada pagi ini, Dr. Rolas Sitinjak, selaku Wakil Ketua BPKN menyampaikan," pengaduan perumahan sampai saat ini masih menduduki peringkat pertama .Dari 3269 total pengaduan yang masuk per-tangga l4Agustus 2020, 74,03%nya adalah pengaduan konsumen perumahan baik itu rumah tapak maupun rumah vertical. Disampaikan juga oleh Dr. Rolas Sitinjak bahwa dengan jumlah pengaduan perumahan yang mencapai 2420, BPKN mendapatkan penghargaan dari MURI atas pengaduan Perumahan Terbanyak.

Dr. Rizal E. Halim, selaku Koordinator Komisi Advokasi/ Anggota BPKN menyampaikan,“permasalahan perumahan dibagi menjadi 3tahap, yaitu: TahapPra-Transaksi yang meliputi Legalitas dan Pembiayaan; Transaksi yang meliputi Fisik dan Fasos – Fasum dan Pasca Transaksi yang meliputi SerahTerima,P3SRS dan IPL, untuk perlakukan harus ada penalty buat pelaku usaha yang tidak tepat waktu dalam pembangunan perumahan, tidak hanya konsumen saja yang mengalami penalti apabila telat dalam membayar kewajiban cicilan pelaku usaha atau pengembang juga harus diperlakukan sama”.

 

DINAMIKA PENGADUAN KONSUMEN SEKTOR PERUMAHAN DAN PENGHARGAAN REKOR MURI

 

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi, menyampaikan,” kasus perumahan di YLKI menduduki urutan kedua setelah jasa keuangan dengan sebab antara laian Konsumen terjebak pada promosi pengembang/ developer; Konsumen tidak membaca promosi dan kontrak perjanjian dengan detil; Strategi marketing dengan preproject  selling; Perizinan belumberes, baru izin lokasi sudah menjual kekonsumen; Pengawasan yang lemah oleh regulator, terkhusus Pemda; dan Jebakan betman klausula baku pada perjanjian standar”.

Ivan Fithriyanto selaku Direktur Permberdayaan Perlindungan Konsumen, Kementerian Perdagangan, menyampaikan“ permasalahan kasus perumahan dibagi menjadi 3, yaitu  saatproses jual beli, saat melakukan angsuran pembayaran dan saat sudah menjadi pemilik dan/atau penghuni, dalam UU1/2011 dan UU20/2011 ada celah potensial yang merugikan konsumen yang harus menjadi perhatian agar menjadi perbaikan perlindungan konsumen sector perumahan kedepan". Berdasarkan hasil survey IKK 2019 dimana dari nilai 41.7 ada dua dimensi yg rendah,salah satunya adalah perilaku pengaduan konsumen yg hanya memperoleh nilai 16. Perilaku pengaduan konsumen kita yg cenderung tidak mau melaporkan insidennya karena terkait budaya "nrimo" yg masih kental dimasyarakat Indonesia.