• Home
  • Berita Foto
  • FGD membahas Kajian Perlindungan Konsumen Pariwisata Nasional Dalam Masa Pandemi Ke-2

FGD membahas Kajian Perlindungan Konsumen Pariwisata Nasional Dalam Masa Pandemi Ke-2

FGD membahas Kajian Perlindungan Konsumen Pariwisata Nasional Dalam Masa Pandemi Ke-2

Selasa (29/06/2020) - Badan Perlindungan Konsumen Nasional mengadakan Focus Group Discussion (FGD) melalui Zoom Meeting untuk membahas Perlindungan Konsumen Pariwisata Nasional Dalam Masa Pandemi Covid-19 yang ke-2.

FGD membahas Kajian Perlindungan Konsumen Pariwisata Nasional Dalam Masa Pandemi Ke-2

FGD ini dibuka oleh Ketua Komisi Penelitian dan Pengembangan Arief Safari dan dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata Bali Putu Astaga, Ketua YLPK Bali I Putu Armaya, Managing Director Garuda Wisnu Kencana Cultural Park Silvanus Hoantonia, Komisioner BPKN Periode beserta Sekretariat BPKN.

FGD membahas Kajian Perlindungan Konsumen Pariwisata Nasional Dalam Masa Pandemi Ke-2

Kesimpulan dari FGD ini yaitu :

 

1.   Dari sisi pemerintah, salah satu upaya yang dilakukan diantaranya memberikan jaminan keselamatan konsumen dengan percepatan penanganan COVID-19 melalui strategi pelonggaran secara bertahap dan selektif.

2.    Menuju peradaban baru wisata bali, pemerintah melakukan sertifikasi usaha jasa pariwisata berdasarkan CHSE, serta melakukan tindakan preventif kuratif jika seandainya terdapat wisatawan yang terinfeksi virus didukung dengan sistem digital yang terintegrasi.

3.   Kedepan untuk mempertahankan potensi pariwisatanya, pemerintah daerah Bali meluncurkan program “Bali Bangkit” dengan melibatkan media, travel writer, blogger, youtuber dan influencer lainnya untuk mensosialisasikan informasi protokol kesehatan dan protokol wisata yang aman, hal ini dapat ditiru oleh tempat wisata lain.

4.   Upaya penerapan protokol kesehatan, penyebaran informasi melalui media komunikasi, pemanfaatan ekonomi digitial merupakan salah satu langkah yang dapat dilakukan pelaku usaha wisata untuk meningkatkan awareness wisatawan. Terobosan yang dilakukan seperti Buy Now Visit Later juga merupakan salah satu strategi untuk bertahan di masa pandemi sekarang ini.

5.    Konsumen memilik hak atas keamanan, kenyaman, keselamataan serta untuk mendapatkan infomasi yang benar, jelas dan jujur atas kondisi dan fasilitas di tempat wisata misalnya fasilitas kesehatan yang disiapkan di tempat wisata, himbauan dan edukasi kepada pengunjung juga hal yang penting untuk dilakukan.

6.   Perlu adanya Self Assesment risiko untuk memastikan pekerja usaha pariwisata tidak terjangkit atau bebas dari COVID-19.

7.   Perlu penerapan Plan Do Check & Action, momen of truth tiba pada saat 4000 wisatawan dari media, travel blogger dan influencer yang akan datang, jika dari mereka dapat memberikan pandangan yang positif maka akan ada multiplier effect bagi wisatwan lainnya