• Home
  • Berita Foto
  • Diskusi bersama KOPMAS membahas Peraturan BPOM No. 31 Tahun 2018

Diskusi bersama KOPMAS membahas Peraturan BPOM No. 31 Tahun 2018

Diskusi bersama KOPMAS membahas Peraturan BPOM No. 31 Tahun 2018

Kamis (15/10/2020) - Badan Perlindungan Konsumen Nasional mengikuti Diskusi Terbatas yang diselenggarakan oleh KOPMAS guna membahas Peraturan BPOM No. 31 Tahun 2018 melalui media daring Zoom Meeting.

Acara tersebut diikuti oleh beberapa penanggap, diantaranya Rizal E. Halim (Ketua BPKN), Agus Pambagio (Pengamat Kebijakan Publik), Hery Margono (Sekjen P3I), Ketua YLKI, Kepala BPOM, Ketua IDAI, Ketua KPAI, Kemenkes dan Organisasi “Saves The Children”.

Diskusi bersama KOPMAS membahas Peraturan BPOM No. 31 Tahun 2018

Ketua BPKN RI, Rizal E.Halim memberikan tanggapan terhadap Peraturan BPOM No. 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan, yaitu :

1.  Sebagaimana disampaikan narasumber bahwa fakta yang terjadi bahwa masih banya masyarakat yang belum terinformasikan secara baik dan benar mengenai aturan tersebut, oleh karena ini kita perlu meninjau kembali Peraturan BPOM Nomor 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan.

 

2.    Peraturan tersebut tentang Label Pangan Olahan terkait pasal yang mewajibkan produsen kental manis mencantumkan pada labelnya, kata-kata yang terkesan bahwa kental manis ini hanya dilarang untuk bayi hingga usia 12 bulan saja. Menurut kami, hal tersebut dapat memberikan kesan kepada masyarakat bahwa kental manis, aman dikonsumsi bayi dengan usia 13 bulan.

3.    Bunyi dari peraturan tersebut harus dikaji kembali, karena sama artinya bahwa kental manis bisa dikonsumsi bayi yang usianya masih 13 bulan. Padahal, kental manis tidak boleh dianggap sebagai asupan gizi untuk pertumbuhan karena bisa merusak pertumbuhan gizi bayi dan anak-anak.

4.   BPKN pernah menyampaikan pada tahun 2017 lalu, saat meminta agar kata susu dalam kata-kata Susu Kental Manis (SKM) dicabut. Menurut kami, alasannya saat itu adalah karena ada fakta dari ahli gizi dan dokter anak yang menyampaikan bahwa kandungan yang ada di dalam SKM itu lebih didominasi gula dan bukan susu.

5.  Oleh karena itu, harus segera dilakukan revisi PerkaBPOM dimana Perka harus segera direvisi dan/atau dicabut. Jika tetap dibiarkan, itu sama dengan kita membiarkan adanya upaya-upaya konkret sistematis dan terencana, untuk membuat perburukan gizi masyarakat.

 

Diskusi bersama KOPMAS membahas Peraturan BPOM No. 31 Tahun 2018

Rizal berharap semoga pemikiran dan masukan BPKN dapat menghasilkan yang terbaik bagi kesehatan masyarakat dan kita semua.