• Home
  • Aktualita
  • Dear Masyarakat, Tetap Bijak dan Berhati-hati Manfaatkan Layanan Pinjol

Dear Masyarakat, Tetap Bijak dan Berhati-hati Manfaatkan Layanan Pinjol

Dear Masyarakat, Tetap Bijak dan Berhati-hati Manfaatkan Layanan Pinjol

Sumber : https://akurat.co/ekonomi/id-1238167-read-dear-masyarakat-tetap-bijak-dan-berhati-hati-manfaatkan-layanan-pinjol

Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) mengingatkan kepada masyarakat untuk berhati–hati memanfaatkan layanan pinjaman online secara sembarangan selama pandemi.

Seperti diketahui kontribusi fintech terhadap penyaluran pinjaman nasional di tahun 2020 ini mencapai Rp128,7 triliun. Angka ini naik 113 persen dibanding capaian pada 2019 lalu. Sampai September 2020, tercatat ada 89 penyelenggara fintech yang berkontribusi Rp9,87 triliun kepada transaksi layanan jasa keuangan Indonesia.

Melihat berkembangan pinjol semakin masif, BPKN ingin agar masyakarat hanya memanfaatkan pinjol yang sudah memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Dari pengaduan yang masuk ke BPKN dan pemantauan yang kami lakukan, ada beberapa persoalan terkait pinjaman online yang membuat masyarakat menggunakan layanan ini harus bijak dan berhati–hati,” ungkap Ketua BPKN Rizal E Halim lewat keterangan tertulisnya, Jakarta, Kamis (19/11/2020).

Dijelaskannya, beberapa mengemuka itu seperti banyaknya aplikasi pinjol yang dapat ditemukan misalnya di PlayStore. Sehingga, konsumen tidak bisa membedakan mana pinjol yang sudah mendapatkan izin dan mana yang tidak berizin. Meskipun, OJK menyampaikan bahwa ada 161 perusahaan fintech per 31 Mei 2020 yang terdaftar dan berizin.

“Konsumen masih kesulitan membedakan mana pinjol yang sudah terdaftar, berizin serta pinjol ilegal. Tapi tetap BPKN mengingatkan agar masyarakat menggunakan layanan pinjol yang sudah terdaftar dan berizin di OJK,” terang Rizal.

Hal lainnya, tambah Rizal, adanya pengambilan data pribadi pengguna layanan lewat aplikasi yang di–install. Walaupun untuk pinjol yang telah terdaftar dan berizin sudah ada pembatasan data yang bisa diambil aplikasi, tapi dalam praktiknya masih ada data pribadi yang diambil.

Itu diketahui BPKN dari pantauan dan laporan bahwa ketika ada peminjam yang belum memenuhi kewajibannya, data teman atau keluarga yang ada di kontak ponsel dihubungi dan bahkan ikut diancam.

“Karenanya, masyarakat juga perlu berhati–hati, baik persetujuan sebelum install aplikasi maupun ketika akan menggunakan layanan. Lihat kembali syarat dan ketentuan peminjaman. Terutama adalah besaran bunga, tenor peminjaman serta denda yang diakibatkan keterlambatan pembayaran cicilan. Konsumen harus bijak, jangan hanya tergiur kemudahan mendapatkan pinjaman saja,” imbau Rizal.