• Home
  • Berita Foto
  • BPKN Bangun Langkah Sinergis Dalam Memperkuat Perlindungan Konsumen

BPKN Bangun Langkah Sinergis Dalam Memperkuat Perlindungan Konsumen

BPKN Bangun Langkah Sinergis Dalam Memperkuat Perlindungan Konsumen

Jakarta (24/11/2020) Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) menyelenggarakan kegiatan Webinar Sinergitas Perlindungan Konsumen dengan tema “Mengubah Pola Pandang Dalam Mewujudkan Ekosistem Perlindungan Konsumen di Era Kenormalan Baru”.

Kegiatan tersebut berlangsung secara Online Zoom Meeting dan dihadiri dan dibuka oleh Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), Bapak Dr. Rizal E. Halim. Turut hadir dalam kegiatan webinar yakni Deputi Bidang Ekonomi Bappenas, Ibu Amalia Adininggar Widyasanti, ST, MSi, M.Eng. Ph.D (PLT), Deputi 3 Pengawasan Pangan Olahan BPOM, Ibu Dra. Rita Endang., Apt., M. Kes, Staf Ahli Kementerian BUMN serta Kementerian/Lembaga serta Disperindag Propinsi dan Kabupaten/Kota dengan lebih dari 200 peserta, serta seluruh Komisioner BPKN dan pemerhati perlindungan konsumen.

BPKN Bangun Langkah Sinergis Dalam Memperkuat Perlindungan Konsumen

Ketua BPKN Rizal E Halim dalam Forum Sinergitas Perlindungan Konsumen menegaskan, “Jika dilihat dari insiden, kita perlu mengukuhkan kepercayaan transaksi. Kepercayaan itu penting sebagai pondasi transaksi yang harus dijaga bukan hanya pelaku usaha saja, melainkan juga oleh pemerintah dan konsumen agar ekonomi terus berputar.

Selain itu, Data Rekomendasi BPKN yang telah dikeluarkan sejak tahun 2005 s.d September 2020, jumlah tanggapan atau Rekomendasi BPKN yang ditindaklanjuti masih minim, perlu adanya strategi baru, Dalam rangka mengoptimalkan upaya perlindungan konsumen di Indonesia, perlu dilakukan sinergitas perlindungan konsumen.”

BPKN Bangun Langkah Sinergis Dalam Memperkuat Perlindungan Konsumen

Mengenai sinergitas dalam memperkuat perlindungan konsumen, Ketua Komisi Penelitian dan Pengembangan BPKN Arief Safari menambahkan. “Data rekomendasi BPKN sampai dengan November Tahun 2020 berjumlah 199 rekomendasi, dimana 42 rekomendasi ditanggapi oleh Kementerian/Lembaga dan 157 rekomendasi yang belum ditanggapi oleh Kementerian/ Lembaga”.

Disampaikan pula bahwa beberapa indikator pada STRANAS-PK PERIODE Tahun 2017-2019 belum menunjukkan capaian yang baik, sebagai contoh Indeks Keberdayaan Konsumen membaik namun pengetahuan terhadap Undang-Undang dan Lembaga Perlindungan Konsumen masih rendah, perilaku konsumen untuk kritis dalam mengadu jika terjadi insiden masih rendah dan koordinasi antar K/L masih menjadi tantangan. Terkait hal ini, Ketua BPKN Rizal juga menyampaikan beberapa masukan BPKN kepada BAPPENAS terkait Sektor Prioritas STRANAS-PK PERIODE Tahun 2020-2024.

Penyelenggaraan perlindungan konsumen yang bersifat lintas sektor sinergis, harmonis, dan terintegrasi menjadi sangat penting karena permasalahan yang dihadapi oleh konsumen saat ini semakin kompleks dan rumit. Keberhasilan sinergitas perlindungan konsumen ini bergantung pada kerangka kebijakan yang efektif, konsumen yang berdaya serta pelaku usaha yang bertanggungjawab.

BPKN Bangun Langkah Sinergis Dalam Memperkuat Perlindungan Konsumen