• Home
  • Berita Foto
  • NGABUBURIT CONSUMER TALK - Akankah ada Stella-Stella lain ...

NGABUBURIT CONSUMER TALK - Akankah ada Stella-Stella lain ...

NGABUBURIT CONSUMER TALK - Akankah ada Stella-Stella lain ...

 

Jum’at , 23 April 2021 Badan Perlindungan Konsumen melaksanakan Kegiatan Ngabuburit Consumer Talk terkait UU perlindungan Konsumen (PK) dan juga UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), dengan Narasumber

1. Dr Rizal E Halim (Ketua BPKN)

2. Dr. Rolas B. Sitinjak (Ketua Komisi Advokasi)

3. Dr. Edmon Makarim (Dekan FH UI)

4. Habibus Shalihin, S.H (LBH Surabaya) dan

5. Konsumen Klinik Kecantikan (Stella Monica H)

Acara dipandu oleh Host BPKN ( Lili Akmalia) yang menanyakan terkait permasalahan yang di alami oleh stella Monica H saat menggunakan jasa salah satu Klinik Kecantikan di Kota Surabaya, yang akhirnya membuat dia menjadi berurusan dengan meja hijau.

NGABUBURIT CONSUMER TALK - Akankah ada Stella-Stella lain ...

Dr. Rolas B. Sitinjak ( Ketua Komisi Advokasi) Dalam kesempatan itu, ia menyatakan "Zaman dulu Barang siapa menjaga perkataanya, Dia menjaga nyawanya.  Zaman sekarang setiap orang harus menjaga jempolnya agar tidak terjerat hukum".

Ia juga menegaskan bahwa konsumen memiliki enam hak berdasarkan UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Pertama hak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan. 

Kedua,hak untuk memilih dan mendapatkan barang dan/atau jasa sesuai dengan nilai tukar dan jaminan yang dijanjikan."Konsumen berhak atas kenyamanan dan keamanan, ketika konsumen gunakan barang maka harus dinyatakan aman, nyaman, dan selamat menggunakan barang itu," ucapnya.

Ketiga, hak atas informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi dan jaminan.

Keempat,hak untuk didengar pendapat dan keluhannya.

Kelima, hak untuk mendapatkan advokasi, perlindungan dan upaya penyelesaian sengketa dan perlindungan konsumen.

Terakhir, hak untuk diperlakukan atau dilayani secara benar dan jujur tidak diskriminatif.

NGABUBURIT CONSUMER TALK - Akankah ada Stella-Stella lain ...

Dosen Fakultas Hukum Universitas Indonesia Edmon Makarim mengatakan kasusnya Stella seharusnya tidak perlu dibawa ke ranah pidana Sebab masalah ini merupakan keluhan dua pihak yang harus lebih dulu diselesaikan secara perdata.

Apalagi, dalam kasus ini telah ada pertemuan antara Stella dan pihak klinik di mana perempuan asal Surabaya itu sudah meminta maaf dan akan mempublikasikannya di Instagram. Sementara, tidak ada kejelasan dari pihak klinik usai pertemuan negosiasi.

NGABUBURIT CONSUMER TALK - Akankah ada Stella-Stella lain ...

Ketua BPKN RI Rizal E. Halim juga sepakat dengan pandangan Edmon Makarim. Dalam hal ini, harusnya proses perdata yang dikedepankan lebih dulu, apalagi ada upaya permohonan maaf dari Stella.

Meski begitu, dia mengatakan dari sisi Stella juga ada kelalaian karena seharusnya lebih bijak menggunakan media sosial. Komplain tersebut, lebih baik disampaikan langsung kepada pemberi jasa, bukan di ruang publik.Harus diakui ada kelalaian dari pihak Stella, tapi di pihak lain bahwa kasus pasal 27 ayat 3 ini tidak bisa serta-merta ditangkap. Harusnya ada proses perdata yang harus dikedepankan," terangnya.