• Home
  • Berita Foto
  • Kuliah Umum Perlindungan Konsumen Menuju Indonesia Tangguh di STIKS Tarakanita

Kuliah Umum Perlindungan Konsumen Menuju Indonesia Tangguh di STIKS Tarakanita

Kuliah Umum Perlindungan Konsumen Menuju Indonesia Tangguh  di STIKS Tarakanita

Jakarta, 28 April 2021 Badan Perlindungan Konsumen Nasional Republik Indonesia (BPKN-RI) bekerja sama dengan sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi dan Sekretaris (STARKI Tarakanita) akan mengadakan Kuliah Umum Perlindungan Konsumen Menuju Indonesia Tangguh mengenai Filosofi Perlindungan Konsumen dalam implementasi kebijakan relaksasi dan Bijak Menjadi Konsumen Perempuan , dengan Narasumber Dr. Firman Turmantara Endipraja, S.H.,S.Sos.,M.Hum (Wakil Ketua Komisi II, Komunikasi dan Edukasi BPKN-RI), Dra Vivien Goh, S.H., M.H. (Komisioner Komunikasi dan Edukasi), Elsie Oktivera, S.S., M.Si. (Dosen STARKI) dan F.A Wisnu Wirawan, S.Pd., M.Si  (Moderator Dosen STARKI).

Kuliah Umum Perlindungan Konsumen Menuju Indonesia Tangguh  di STIKS Tarakanita

 

 

Dra. Vivien Goh menyampaikan BPKN-RI dirujuk UU No 8 Tahun 1999. Tugas BPKN-RI ialah menyebarkan informasi kepada konsumen. BPKN-RI menilai perlu melakukan edukasi secara luas dan massif. BPKN-RI akan menggandeng elemen untuk melakukan edukasi, penyelenggaran kuliah umum agar menjadi mahasiswa yang cerdas dan kritis.

Dr. Firman Turmantara Endipraja (Wakil Ketua Komisi II, Komunikasi dan Edukasi). Pemerintah belum concern terhadap perlindungan konsumen, sedangkan konsumen adalah peran penting yang harus diperhatikan. Dapat dikatakan konsumen bukan hanya pembeli dan lebih luaas dari pembeli yaitu pemakai. Dari hasil penelitian pengguna belanja online lebih difokuskan kepada kaum perempuan, pengguna belanja online lebih banyak kaum perempuan dibandingkan kaum lelaki. Pelaku usaha pun memutuskan strategi pemasaran belanja online kepada kaum perempuan.

 

 

Kuliah Umum Perlindungan Konsumen Menuju Indonesia Tangguh  di STIKS Tarakanita

 

Dosen STARKI Elsie Oktivera memaparkan juga pada masa pandemic ini perilaku berbelanja online sangat meningkat di kalangan masyarakat dan terutama kaum perempuan yang belanja melalui aplikasi online. Perempuan adalah target sasaran untuk pelaku usaha karena pelaku usaha menawarkan harga yang sudah di diskon dan sedangkan kaum perempuan menyukai hal-hal yang berbau diskon, dan kelebihan berbelanja online pun waktunya dapat lebih singkat dibandingkan harus belanja ke toko offline.

Ada 7 Orientasi dalam Berbelanja :

1.     Shopping Enjoyment

2.     Brand and Conscious Shopping

3.     Price Conscious

4.     Shopping Confidence

5.     Convenience/Time Conscious

6.     In Home Shopping

7.     Brand/Store Loyalty