BPKN-RI : Bijak Menyambut Idul Fitri 1442 H

BPKN-RI : Bijak Menyambut Idul Fitri 1442 H

sumber : https://www.radaronline.id/2021/05/08/bpkn-ri-bijak-menyambut-idul-fitri-1442-h/

 

RadarOnline.id, JAKARTA – Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri menjadi momen penting bagi umat muslim. Namun menjelang atau selama Ramadhan dan Idul Fitri, permintaan barang cenderung meningkat. Biasanya hal itu diikuti munculnya permasalahan yang merugikan konsumen.Di Indonesia sendiri,Hari Raya Idul Fitri identik dengan tradisi berbelanja berbagai kebutuhan seperti makanan, pakaian, hingga barang elektronik dan juga tidak ketinggalan mudik ke kampung halaman.

Badan Perlindungan Konsumen Nasional Republik Indonesia (BPKN-RI), menghimbau agar masyarakat dapat beradaptasi dalam budaya perilaku baru menjelang idul fitri, seperti budaya belanja baju baru pada masa pandemi covid 19 dapat dilakukan melalui adaptasi kebiasaan baru yaitu secara online atau melalui ecommerce guna meminimalisir penyebaran covid-19, ujar Ketua BPKN-RI, Rizal E. Halim.

Rizal dalam keterangan tertulis menyampaikan kerumunan yang terjadi beberapa waktu lalu di Pasar Tanah Abang merupakan peringatan keras bagi kita semua untuk betul-betul mengawasi penerapan protokol kesehatan, jangan sampai “tsunami” covid yang terjadi di india akan terjadi juga di Indonesia. Pada masa awal pandemi Covid-19 di Indonesia, pasar merupakan salah satu lokasi potensial yang dapat menyebarkan virus Covid-19.

“Baik pihak satgas daerah, aparat penegak hukum, serta pengelola pasar perlu menjaga agar protokol kesehatan di pasar berjalan dengan kondusif dan tingkatkan pengawasan terutama menjelang Idul fitri,’’ pungkasnya.

“BPKN-RI melihat permasalahan perlindungan konsumen selama atau menjelang Ramadhan dan Idul Fitri cenderung meningkat , seperti kasus kejadian penggunaan alat rapid test antigen bekas (daur ulang) pada Bandara Internasional Kualanamu dan mafia karantina di Bandara Soekarno Hatta, masyarakat harus lebih hati-hati mencermati ketika melakukan test covid pada fasilitas kesehatan, kalau tidak yakin masyarakat dapat menghubungi otoritas setempat seperti satgas covid-19, puskesmas maupun dinas kesehatan,” ujar Rizal.

Budaya mudik lebaran sudah menjadi tradisi dan melekat dengan masyarakat Indonesia, Rizal menegaskan bahwa mudik lebaran tahun ini diperbolehkan, namun untuk mudik tahun ini dapat dilakukan secara virtual. Menurut Rizal, berdasarkan Surat Edaran No. 13 Tahun 2021 Satgas Covid-19 tentang peniadaan mudik hari raya idul fitri tahun 1442H dan upaya pengendalian penyebaran covid-19 selama bulan suci Ramadhan 1442H, adaptasi budaya mudik yang baru ini perlu dilakukan karna hal tersebut merupakan cara bijaksana untuk lindungi keluarga, pada masa pandemi covid-19. Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro ini merupakan upaya bersama agar penyebaran virus covid-19 dapat di minimalisir.

BPKN-RI juga mendukung Pemerintah terkait larangan halal bi halal yang tertuang dalam Surat Edaran Nomor 800/2784/SJ yang dikeluarkan tanggal 4 Mei 2021 oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tentang pejabat/ASN di daerah untuk tidak melakukan open house/halal bi halal dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1442 H/tahun 2021. Larangan ini diterbitkan karena mencermati terjadinya peningkatan kasus penularan covid-19 khusus pada perayaan Idul Fitri tahun lalu dan pasca libur Natal/Tahun Baru 2021.

Budaya mengirim parcel juga perlu dicermati bagi konsumen yang hendak membelikan kerabat maupun sanak keluarga, bertukar parsel termasuk sebuah tradisi untuk saling berbagi. Dari segi konsumen, pastikan agar melakukan pembelian di tempat yang memang sudah terjamin kualitas dan mutu barang tersebut. Dan juga para pelaku usaha yang melakukan usaha dibidang ini harus memperhatikan aspek-aspek higienitas dari sisi kedaluwarsa maupun kontaminasi lainya.