• Home
  • Aktualita
  • Masyarakat Diharapkan Beradaptasi dengan Perilaku Baru Rayakan Lebaran

Masyarakat Diharapkan Beradaptasi dengan Perilaku Baru Rayakan Lebaran

Masyarakat Diharapkan Beradaptasi dengan Perilaku Baru Rayakan Lebaran

Sumber : https://news.sariagri.id/70991/masyarakat-diharapkan-beradaptasi-dengan-perilaku-baru-rayakan-lebaran

 

SariAgri - Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) mengimbau agar masyarakat dapat beradaptasi dengan budaya dan perilaku baru dalam merayakan Idul Fitri di masa pandemi COVID-19.

“Budaya berbelanja baju baru untuk lebaran tahun ini, karena pandemi maka dapat dilakukan melalui kebiasaan baru yaitu berbelanja secara online,” ujar Ketua BPKN Rizal E Halim.

Rizal menyoroti kasus kerumunan di Pasar Tanah Abang beberapa waktu lalu. Menurut dia, kasus itu merupakan peringatan untuk menerapkan protokol kesehatan (prokes).

“Kerumunan Pasar Tanah Abang merupakan peringatan keras bagi kita semua untuk betul-betul mengawasi penerapan protokol kesehatan. Jangan sampai “tsunami” COVID yang terjadi di India akan terjadi juga di Indonesia. Pada masa awal pandemi COVID-19 di Indonesia, pasar merupakan salah satu lokasi potensial yang dapat menyebarkan virus Covid-19,” jelasnya.

Menurut Rizal, pihak sagas daerah, aparat penegak hukum dan pengelola pasar perlu menjaga agar protokol kesehatan di pasar berjalan kondusif terutama jelang Idul Fitri.

Selain itu, BPKN melihat permasalahan perlindungan konsumen lainnya selama Ramadan hingga menjelang Idul Fitri, seperti kasus penggunaan alat rapid test antigen bekas di Bandara Internasional Kualanamu.

“Masyarakat harus lebih hati-hati mencermati ketika melakukan test COVID pada fasilitas kesehatan. Kalau tidak yakin masyarakat dapat menghubungi otoritas setempat seperti satgas covid-19, puskesmas maupun dinas kesehatan,” kata Rizal.

Rizal menyarankan agar mudik lebaran tahun ini dilakukan secara virtual. Mudik secara fisik di masa pandemi, lanjut dia, berisiko terhadap peningkatan penyebaran COVID-19.

“BPKN juga mendukung pemerintah terkait larangan halal bi halal secara fisik karena mencermati terjadinya peningkatan kasus penularan COVID-19 khusus pada perayaan Idul Fitri tahun lalu dan pasca libur Natal atau Tahun Baru 2021,” jelasnya.

Selain itu, Rizal mengingatkan budaya mengirim parsel juga mempunyai risiko terhadap perlindungan konsumen. Konsumen yang hendak membeli parcel berupa makanan kepada kerabat sebaiknya memastikan keamanannya.

“Para pelaku usaha yang melakukan usaha di bidang ini juga harus memperhatikan aspek-aspek higienitas dari sisi kedaluwarsa maupun kontaminasi lainya,” tandasnya.