Edukasi Perlindungan Konsumen - Pangandaran

Edukasi Perlindungan Konsumen - Pangandaran

Pangandaran,(17/06/2021) - Badan Perlindungan Konsumen Nasional Republik Indonesia (BPKN-RI) menyelenggarakan edukasi perlindungan konsumen yang diselenggarakan oleh BPKN-RI di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran secara offline dan daring. Kegiatan ini mengangkat tema tentang “ Peran Strategis Konsumen Dalam Mendorong Perekonomian Daerah Pariwisata Di Masa Pandemi Covid-19” yang dihadiri oleh +100 peserta dari berbagai pelaku usaha UMKM, instansi, komunitas nelayan, dan lainnya.

.Hadir dalam webinar kuliah umum tersebut Ir. Johan Efendi, M.Si.,Ketua Komisi Komunikasi dan Edukasi BPKN RI, ,  H. Jeje Wiradinat,  Bupati Pangandaran.  Dr. Firman Turmantara Endipradja,S.H.,Sos dan  Ir. Heru Sutadi, M.Si, selaku Narasumber,  Dini Nur Halimah., S.I.Kom selaku Moderator., Dr. N.G.N. Renti Maharaini K.,S.H.,M.H, Anggota BPKN-RI serta jajaran pimpinan Pemerintah Kab.Pangandaran dan para peserta.

Edukasi Perlindungan Konsumen - Pangandaran

Dalam sambutannya, Johan Efendi mengatakan "Fungsi BPKN-RI salah satunya adalah memberikan masukan terhadap pembuatan kebijakan perlindungan konsumen dan juga mensosialisasikan kebijakan tersebut. Dalam hal ini,  tidak mungkin kalau kami tidak membuka jaringan untuk mengajak Bapak/Ibu terutama Bapak Bupati dalam hal ini di Pangandaran untuk sama-sama bagaimana melindungi konsumen, karena tanpa itu apalagi dikaitkan dengan situasi pandemi saat ini. BPKN-RI dapat tugas dari pemerintah negara seperti itu, utamanya BPKN-RI ini sebenarnya adalah lihat situasi isu konsumen terkait perlindungan konsumen secara nasional  termasuk hari ini kita hadir di Pangandaran ataupun ketempat- tempat lain. Apa yang kami temukan di daerah seperti ini  akan menjadi masukan bagi BPKN-RI untuk memberikan rekomendasi kepada kementerian atau lembaga negara terkait.  Itu tugas utama dari BPKN-RI” ungkapnya.

Edukasi Perlindungan Konsumen - Pangandaran

Bupati Pangandaran,  H. Jeje Wiradinata dalam sambutannya menyampaikan,” ada beberapa kegiatan yang sudah kita lakukan dalam rangka perlindungan konsumen pemantauan barang kadaluarsa dan sebagainya pemantauan harga, apa yang sudah disebutkan itu belum sampai ke substansi jadi  itu hanya persoalan yang kecil saja. Dalam perlindungan konsumen secara substansi adalah mereka mendapatkan barang dan harga yang terjangkau baik sisi kualitas maupun harganya.”

.Firman Turmantara menyampaikan,” Ekonomi nasional yang tentunya menurun pada saat masa pandemi ini. Seperti yang kita ketahui adanya pemberlakuan PSBB. Solusinya ketika perekonomian terpuruk tentunya terutama di daerah wisata.  Dikarenakan pariwisata ini sebuah sumber pendapatan baik daerah maupun nasional yang cukup signifikan pada sektor pariwisata ini.", maka dari itu Undang-Undang Perlindungan Konsumen No. 8 Tahun 1999 pasal 1 ayat 1 mengatur dengan jelas “Perlindungan Konsumen adalah segala upaya yang menjamin adanya kepastian hukum untuk memberi perlindungan kepada konsumen.”

Edukasi Perlindungan Konsumen - Pangandaran

Heru Sutadi menyampaikan,” Perlindungan konsumen di era digital, ekonomi saat masa pandemi covid-19 ini dalam persoalan-persoalan terkait bisnis digital muncul ada beberapa hal penipuan online, berbelanja barang yang tidak sesuai salah satunya. Pertumbuhan ekonomi indonesia salah satunya adalah dari sisi konsumenrisme jadi bagaimana kita konsumen itu berpartisipasi dalam ekonomi berupa kita membeli ataupun berjualan,  ini tentunya dalam konteks perlindungan konsumen dan konsumen perlu mendapat perhatian agar memiliki kualitas bagus dan ada hal-hal yang memang mendapatkan kualitas pelayanan untuk mengerakan ekonomi itu sendiri dan pertumbuhan ekonomi Indonesia meningkat.”