Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Rekomendasi BPKN-RI

Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Rekomendasi BPKN-RI

Jakarta (02/07/2021) – Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto menyatakan bahwa Pemerintah terus bekerja keras dalam penanganan pandemi Covid 19 sekaligus secara simultan melakukan sejumlah akselerasi pemulihan ekonomi nasional. Hingga 29 juni 2021, sebanyak 43 juta dosis vaksin telah diberikan, sementara penduduk yang menerima vaksin secara lengkap tercatat sebanyak 13, 37 juta, target vaksinasi sebanyak 1 juta suntikan perhari ini telah mampu tercapai pada tanggal 26 Juni 2021, papar Airlangga dalam sambutan pada acara Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Rekomendasi yang di selenggarakan BPKN RI tanggal 30 Juni 2021.

Airlangga menyatakan sinyal membaiknya perekonomian nasional ini tentunya tidak terlepas dari peran semua pihak mensukseskan program pemulihan ekonomi nasional. Melalui penerapan UU cipta kerja, Pemerintah terus melakukan reformasi struktural untuk keluar dari middle income trap dan meningkatkan daya saing melalui peningkatan kemudahan berusaha dan tetap menjaga hak-hak pekerja.

Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Rekomendasi BPKN-RI

Rizal E Halim , Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional, berharap melalui rapat kordinasi ini, percepatan sinkronisasi, harmonisasi, respon kebijakan bidang perlindungan konsumen dibawah Kementerian Kordinator Perekonomian bisa kita gunakan untuk meningkatkan iklim usaha yang kondusif dan berkeadilan sesuai Visi Misi Bapak Presiden Joko Widodo.

Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Rekomendasi BPKN-RI

Perlindungan konsumen memiliki peran penting terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, konsumsi masyarakat berkontribusi sebesar 57% terhadap PDB. Jumlah penduduk Indonesia juga sangat besar yang memliliki arti potensi pasar yang terbesar di ASEAN itu penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat dan daya belinya. Perlindungan konsumen akan mendorong kepercayaan masyarakat untuk bertransaksi akan bepengaruh terhadap peningkatan konsumsi salah satunya dalam bentuk pengendalian pandemi-Covid 19.