• Home
  • Siaran Pers
  • Perketat Protokol Kesehatan, Waspadai Hasil Tes dan Sertifikat Vaksin Palsu

Perketat Protokol Kesehatan, Waspadai Hasil Tes dan Sertifikat Vaksin Palsu

Perketat Protokol Kesehatan,  Waspadai Hasil Tes dan Sertifikat Vaksin Palsu

 

Jakarta – 22 Juli 2021. Peningkatan angka kasus infeksi dan kematian akibat Covid-19 pada anak-anak dalam beberapa waktu terakhir semakin melonjak. Lonjakan kasus Covid-19, terutama di kalangan anak-anak, sebagian besar terjadi diduga karena munculnya varian delta dari virus Corona.

Renti Maharaini Anggota Komisi Komunikasi dan Edukasi menegaskan bahwa orang tua memiliki peran utama dalam melindungi anak dari ancaman virus Covid-19. Renti menyarankan agar setiap orang tua untuk terus menjalankan penerapan protocol kesehatan dengan ketat dan melakukan langkah-langkah pencegahan lainnya. Hal itu diperlukan agar semua anggota keluarga terhindar dari Covid-19. “Orang tua perlu membatasi aktivitas di luar rumah, jika memang diperlukan kerja keluar atau Work From Office (WFO), setelah sampai di rumah wajib menjalankan protocol kesehatan. Ini berlaku untuk semua anggota keluarga ketika beraktifitas diluar rumah termasuk anak-anak" ungkap Renti.

PPKM darurat telah diberlakukan 2 minggu terakhir sebagai salah satu strategi Pemerintah menekan angka penyebaran Covid-19. Istilah PPKM darurat tidak lagi di cantumkan dalam nomenklatur terbaru. Kini, PPKM darurat berganti nama menjadi PPKM level 3-4. Hal tersebut tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 22 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa-Bali. Dengan adanya kebijakan ini di harapkan seluruh masyarakat tetap menjaga protocol kesehatan agar tidak mengendur. 

Di masa PPKM saat ini, beberapa waktu lalu Sub Direktorat Tindak Pidana Siber Polda Metro Jaya menemukan penjual surat keterangan hasil antigen dan PCR palsu di media sosial. Selain itu, polisi juga menemukan surat vaksinasi palsu yang dijual di media sosial yang juga dihebohkan tentang harga kremasi jenazah pasien Covid-19 yang tentunya membuat resah masyarakat.  

Mengetahui hal ini, Rizal E. Halim, Ketua BPKN-RI, mengatakan bahwa pentingnya memperketat protocol kesehatan. Kejadian surat vaksinasi palsu atau hasil Swab – PCR palsu tentunya preseden buruk bagi usaha pemerintah menekan laju Covid-19. Oleh karena itu para pelaku harus mendapatkan sanksi yang tegas, pembuat atau pengguna surat hasil swab antigen dan PCR palsu dapat dijerat dengan Pasal 263 KUHP dan/atau  Pasal 268 KUHP dan/atau Pasal 35 Jo Pasal 51 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik atau ITE. Rizal mengingatkan Kembali agar pemangku kepentingan perlu melakukan evaluasi dan peningkatan pengawasan secara menyeluruh dan berkala terhadap proses penanganan Covid-19 di titik keberangkatan dan kedatangan baik di jalur darat, udara, dan laut.

Rizal juga menyayangkan masih adanya oknum yang mencari keuntungan di masa seperti ini mulai dari surat vaksinasi/antigen/PCR palsu hingga kartel kremasi jenazah pasien Covid-19, yang tentunya ini sangat sangat di sayangkan. Rizal menilai perilaku kartel tersebut sangat tidak manusiawi terutama dimasa pandemic saat ini. Rizal meminta aparat kepolisian untuk segera mengusut tuntas kasus ini sebagai bentuk tanggung jawab negara hadir melindungi konsumen.

Renti Maharaini Kerti, Anggota Komisi 2 Komunikasi dan Edukasi menambahkan agar masyarakat untuk tidak segan-segan melaporkan jika menemukan informasi pungli dari oknum yang tidak bertanggung jawab dalam hal pemakaman atau kremasi karena peran aktif masyarakat sangat diperlukan demi terciptanya pengawasan yang baik.

Langkah untuk menangani pandemi Covid-19 saat ini diperlukan dukungan dan kerjasama semua pihak/lapis masyarakat sehingga upaya yang dilakukan pemerintah dan masyarakat membuahkan hasil yang maksimal dan Indonesia dapat segera terbebas dari pandemi Covid-19, tutup Rizal. #selesai#


 

Download Dokumen: Klik Disini