AUDENSI BPKN RI KEKANTOR WALIKOTA SURABAYA

AUDENSI BPKN RI KEKANTOR WALIKOTA SURABAYA

 

Kamis, 2 Desember 2021 Hari BPKN RI M. Mufti Mubarok Wakil Ketua BPKN RI Bersama rombongan melakukan kunjungan ke Balaikota Surabaya guna melakukan silahturahmi dan koordinasi didalam percepatan penyelesaian Sertifikat Ijo. Turut serta dalam rombongan ini Dr. Andi Muhammad Rusdi, Wakil Ketua Komisi Advokasi, Dr. Ermanto Fahamsyah, Wakil Ketua Komisi Kerjasama, M. Said Utomo, Komisioner Komisi Kerjasama dan Primasteya Teguh Jatmiko, Kepala Divisi BPKN RI.

 

AUDENSI BPKN RI KEKANTOR WALIKOTA SURABAYA

 

Pada pertemuan ini BPKN RI menjelaskan tugas dan fungsi sebagai Lembaga Negara yang bertugas memberikan saran dan pertimbangan kepada pemerintah di dalam upaya mengembangkan perlindungan konsumen di Indonesia. Selain memberi saran dan pertimbangan kepada Pemerintah kami memiliki fungsi melakukan Penelitian dan Pengkajian, melakukan Penelitian Barang dan/Atau Jasa, Mendorong Tumbuh Kembangnya LPKSM, Menyebarkan Informasi kepada masyarakat, Menerima Pengaduan dan Melakukan Survey terkait perlindungan konsumen.

 

AUDENSI BPKN RI KEKANTOR WALIKOTA SURABAYA

 

Ir. H. Armuji, M.H., Wakil Walikota Surabaya menyambut baik kunjungan dari BPKN RI dalam sambutannya beliau menyampaikan permasalah sertifikat ijo ini sudah terlalu lama dan sudah beberapa generasi yang ikut serta didalam penyelesaian sertifikat ijo.

Pemerintah Kota Surabaya telah melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat terkait permasalahan ini dan Pemkot Surabaya pun telah melakukan komunikasi dengan pemangku kepentingan dan memang terkait tanah yang berstatus sertiifkat ijo merupakah asset BMD dan apabila akan melakukan pelepasan hak kepada masyarakat  jangan sampai berdampak hukum dan menimbulkan resistensi kepada masyarakat.

 

AUDENSI BPKN RI KEKANTOR WALIKOTA SURABAYA

 

Pada kunjungan ini Rombongan BPKN RI juga melakukan pengecekan lokasi dan keberadan tanah surat Ijo yang tersebar di Surabaya. Ada 46.000 Persil yang difungsikan menjadi lahan bangunan. Baik rumah, ruko, tempat usaha, perkantoran, hingga kampus dengan status Surat Ijo.